Pre Departure Training (PDT) Beasiswa AAS Intake 2021

11.34

 



Salah satu yang bikin saya sangat tertarik buat apply beasiswa AAS adalah adanya Pre Departure Training (PDT) yang belum tentu bisa kita dapatkan di program beasiswa lainnya. Ada beberapa beasiswa yang menyediakan persiapan keberangkatan dan sesi pembekalan untuk para awardeenya, namun hanya dilaksanakan secara singkat (dalam hitungan hari). Sedangkan beasiswa AAS memang sedikit berbeda. Sejak saya ikut program Short Term Awards AAS, saya semakin paham bahwa AAS sangat memperhatikan kebutuhan awardeenya sedetil mungkin, termasuk terkait kemampuan bahasa, pengenalan sistem akademik di Australia yang berbeda dengan Indonesia, hingga persiapan adaptasi dengan budaya khas Australia. 

PDT beasiswa AAS terdiri dari beberapa durasi waktu. Awardee akan mendapat informasi terkait durasi PDT mereka pada email Selection Outcome atau pengumuman kelulusan beasiswa AAS. Biasanya durasi tersebut ditentukan berdasarkan hasil nilai test IELTS yang menjadi salah satu tahapan seleksi beasiswa AAS. Kalau tidak salah, IELTS score overall 7 ke atas akan mendapat PDT 5 weeks, IELTS score overall 6.5 with no band under 6 mendapat PDT 9 weeks. Saya sendiri kemarin mendapat IELTS score overall 6.5, namun ada salah satu band 5.5 (writing), jadinya dapet PDT 4.5 months

Mungkin ada beberapa orang yang bertanya-tanya, ketika menjalani PDT, sebenarnya apa aja sih yang dipelajari awardee? Sampai harus memakan waktu cukup lama berminggu-minggu.

Menempuh pendidikan tinggi di Australia bukanlah suatu hal yang mudah. Akan ada banyak tantangan yang dihadapi nantinya, mulai dari tantangan bahasa Inggris akademik, perbedaan sistem akademik dan tata cara pengajaran di kampus, perbedaan budaya dalam kehidupan sehari-hari, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses belajar kita nanti. AAS ingin mempersiapkan para awardeenya dengan semaksimal mungkin sehingga program beasiswa dapat berjalan dengan lebih optimal dan awardee bisa kuliah dengan lancar, tanpa hambatan serta lulus tepat waktu. Oleh sebab itu PDT diadakan untuk membantu mewujudkan misi tersebut.

Di dalam PDT beasiswa AAS, ada beberapa agenda utama yang akan dijalani oleh para awardee, yaitu:

1. Pembelajaran dari IALF

Australia Awards Indonesia (AAI) bekerja sama dengan IALF (Lembaga Bahasa Asing) untuk menyediakan pembekalan secara akademik seperti pembelajaran IELTS, computer skill, cross cultural skill, information literacy, hingga reseach skill (khususnya untuk awardee S3). 

IELTS menjadi pembelajaran utama karena hal ini bukan hanya sekedar untuk mempersiapkan awardee dalam menjalani test IELTS di akhir PDT, namun juga membiasakan awardee terhadap penggunaan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam sesi pembukaan PDT beasiswa AAS Intake 2021, Mr. Vladimir Pejovic (Program Manager IALF), menyampaikan bahwa semakin terbiasa dan mahir kita dalam Bahasa Inggris, maka akan semakin mudah juga bagi kita untuk menyelesaikan kuliah di Australia nantinya. Jadi target IELTS score setinggi-tinginya di akhir PDT adalah keharusan.

Sedangkan computer skill, cross cultural skill, dan information literacy merupakan pembelajaran tambahan yang bisa diikuti awardee selama PDT untuk mendukung persiapan keberangkatan ke Australia nantinya.

2. Pembekalan dari tim Australia Awards Indonesia (AAI)

Selain memperoleh pembelajaran dari IALF, awardee beasiswa AAS juga akan mendapatkan pembekalan secara berkala dari tim AAI, yang mencakup:

a. Initial Briefing 

Briefing awal dari tim AAI yang menjelaskan beberapa proses yang akan dijalani oleh awardee selama PDT beasiswa AAS.

b. Follow-up Briefings 

Briefing lanjutan dari tim AAI terkait persiapan keberangkatan awardee beasiswa AAS ke Australia nantinya

c. Consultation with University Representative and Academic Advisor

Awardee akan diberikan kesempatan untuk bertemu dengan perwakilan kampus yang sesuai pilihannya untuk berkonsultasi lebih detil terkait jurusan yang akan didaftar nantinya. Kegiatan konsultasi ini biasanya dilaksanakan dalam bentuk Education Fair (selama pandemi dilaksanakan secara online). Selain itu awardee juga akan dikenalkan dengan Academic Advisor (biasanya professor dari salah satu kampus di Australia) yang dapat memberikan masukan tentang pilihan jurusan dan kampus awardee

d. Proses pendaftaran kampus sesuai pilihan.

Selanjutnya awardee juga akan dibantu oleh tim AAI untuk proses pendaftaran ke kampus sesuai pilihan. Jadi khusus beasiswa AAS, kita gak perlu repot-repot apply ke kampus sendiri karena nantinya ketika PDT akan diorganisir oleh tim AAI, awardee hanya perlu menyiapkan dokumen-dokumen administrasi pendaftaran kampus saja.

e. Persiapan administrasi untuk keberangkatan ke Australia (tes kesehatan, visa student, asuransi).

Selama mengikuti PDT, secara paralel tim AAI akan membantu para awardee dalam menjalani tes kesehatan sebagai salah satu syarat pengurusan visa student, pengurusan asuransi kesehatan selama kuliah di Australia nantinya dan kelengkapan dokumen visa student lainnya.

f. Mobilisasi

Tahapan paling akhir. Ketika PDT beasiswa AAS sudah selesai, maka tim AAI akan membantu awardee dalam proses keberangkatan ke Australia (pemesanan tiket pesawat, koordinasi dengan Student Contact Officer di Australia dan segala persiapan keberangkatan lainnya).

-&-

Sangat detil dan lengkap bukan? Jadi gak heran kalau PDT beasiswa AAS bisa memakan waktu lebih lama dibandingkan persiapan keberangkatan beasiswa lainnya. 

O iya, sebenernya di email Selection Outcome yang saya terima bulan Januari 2021 kemarin, saya sudah sempat terinfo untuk mengikuti PDT beasiswa AAS secara offline di IALF Bali. Namun karena pertimbangan kondisi Covid-19 terbaru, sekitar awal Mei 2021, tim AAI dan IALF Bali mengirimkan update informasi bahwa PDT 4.5 months akan dilaksanakan secara online. Padahal udah kebayang-bayang buat berangkat ke Bali nih, hehe.. But, it's okay, karena kebijakan baru yang diambil pasti telah melalui pertimbangan yang matang, demi keamanan dan kenyamanan para awardee juga

Semoga PDT beasiswa AAS yang sedang saya jalani saat ini berjalan dengan lancar, dan semua proses keberangkatan ke Australia bisa berlangsung dengan lancar juga, aamiin ya rabbal alamin..

You Might Also Like

2 komentar

  1. Kak mau tanya, untuk pendaftaran kampus itu akan diorganisir oleh pihak AAI dan awardee hanya perlu menyiapkan dokumen administrasi yang dibutuhkan oleh kampus. Apakah dalam menyiapkan dokumen administrasi kampus tetap bisa konsultasi dengan pihak AAI? Contohnya dalam mereview Motivation Letter yang akan diberikan kepada pihak kampus? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Lubna, salam kenal ya.. :)

      Yup, benar. Seluruh proses pendaftaran kampus akan dibantu handle nanti oleh tim AAI ketika kita sudah menjadi awardee.

      AAI menggunakan dokumen yang kita upload di Oasis untuk melengkapi dokumen pendaftaran kampus, jika masih ada dokumen yang kurang, tim AAI bakalan kontak kita dan minta agar kita bs melengkapi terlebih dahulu.

      Sebelum proses pendaftaran kampus, AAI juga akan kasih fasilitas pendampingan berupa sesi konsultasi dg Australian Academic dan perwakilan kampus yang kita tuju. Jadi kalo masih bingung atau ada pertanyaan terkait pilihan kampus, jurusan, maupun syarat pendaftaran kampus lainnya bisa ditanyakan ketika sesi konsultasi.

      O iya, setauku kita gak perlu nyiapin Motivation Letter buat daftar kampus. Karena AAI bakal daftarkan awardee lewat jalur khusus beasiswa AAS. Jadi bener-bener tinggal duduk manis aja, kl ada dokumen yg kurang kayak translate ijazah & transkrip atau mungkin buat yang daftar MBA ada tambahan syarat GRE or GMAT, baru AAI kontak kita untuk melengkapi.

      Hapus

Followers

Twitter